Sabtu, 08 Februari 2014

Perempuan, Cinta, Mimpi, Obsesi, Dedikasi, dan Lika-liku Perjalanan Nurani

Judul: Teatrikal Hati
Penulis: Rantau Anggun dan Binta Al Mamba
Penerbit: Quanta (Elex Media Komputindo)
ISBN: 978-602-02-2627-9
Cetakan ke: satu (November 2013)
Tebal: 364 lembar
Ukuran: 13 x 19 x 2 cm
Genre: Novel Islami
Kategori: Fiksi
 
Zahra, Linda, Gwen dan Setyani adalah empat ruh cerita ini. Sebuah buku yang menuturkan tentang memuliakan wanita, ibu dan istri. Kau tidak akan menemukan tokoh yang benar-benar sempurna disini, benar-benar manusiawi. Dan jiwa mereka terhubung antara satu dan lainnya.


Zahra Azkia, seorang aktris yang tengah naik daun, memutuskan meninggalkan dunia peran saat karirnya sedang menanjak. Hingga kemudian usaha dan kegigihan membawanya menjadi seorang Produser Kreatif Tropical Entertainment (TE).

Bukan rahasia lagi, bahwa keputusan seorang artis untuk menutup auratnya, nyaris sama dengan menutup karier di layar mana pun. Profesi lain yang sejenis juga begitu. (hal. 8)

Zahra selalu dikait-kaitkan dengan Fardan, pemuda yang dikenal sejak kuliah dan bekerja diperusahaan yang sama.

Linda Arum. Penulis novel dan penyiar. Menjadi istri seorang Bagas yang pendiam dan tidak romantis. Mengalami masa-masa sulit karena tak kunjung dikaruniai momongan, karena Tuhan selalu punya rencana.

Pedih memang, merasai harapan yang terlanjur dibawa ke awang-awang, tetapi akhirnya jatuh terempas dirundung kegagalan total. (hal. 211)

Gwen Saputri. Arsitek yang punya obsesi tinggi. Memiliki karier cemerlang, namun antipati dengan lelaki, karena trauma atas pernikahan kedua orangtuanya. Lamaran Hafidh ditolak mentah-mentah dan perjodohan dengan empat muda sebelumnya gagal karena gadis ini tak siap dilamar.

Untungnya Gwen memiliki kakak dan ibu yang tak pernah lelah mengajarkan arti pernikahan padanya.

Menikah memang bukan 100% bahagia. Tetapi seharusnya orang-orang merasa takut jika tak berusaha mengkuti sunnah rasul yang satu itu. Seharusnya merasa takut jika tidak akan dianggap umatnya. (hal. 218)

Setyani. Gadis desa yang dijodohkan dengan Harjun Notodiningrat. Perjodohan yang mengantarkan pada pernikahan yang membawa derita pada Setyani dan anak-anak mereka. Pengorbanan yang mengharu biru.

jika mungkin ditanyakan kepadaku apa alasan aku tetap mau bertahan bersamanya? Maka aku akan menjawab bahwa aku masih terlalu mencintainya. (hal. 87)

Sia-sia mencoba mengintip halaman belakang untuk mendapatkan bocoran ending-nya, dua penulisnya mahir sekali membikin penasaran tapi tetap harus mengikuti alur, membaca lembar demi lembar hingga akhir.




Tapi mungkin pembaca akan kerepotan dengan pergantian cerita para tokoh yang meloncat-loncat dari yang ini kemudian yang itu, maka dari itu cobalah untuk menikmati semua cerita, santai saja dan tidak perlu terburu-buru menghabiskan buku ini.

Font Surat yang ditulis Hafidh untuk Gwen membuat tidak nyaman. Bingung membedakan mana tulisan surat dan dialog personal Gwen. Cukup terganggu sama font-nya yang tiba-tiba berganti sejak hal. 270-281.

Dan cukup banyak menemukan typo:

  1. laiknya baru kenal saja. (hal. 5)
  2. hiburan pertelivisian. (hal. 7)
  3. tentang masa kacil kami. (hal . 43)
  4. Dokter Suharna itu (hal. 48)
  5. yang luamayan besar itu, (hal. 52)
  6. bahwa Engkau Mahaadil, (hal. 66)
  7. tokoh utamanya oran awam, (hal. 73)
  8. pecah pada sebuah histria. (hal 97)
  9. rumah tangga-rumah yang lain? (hal. 134)
  10. seperti awal-wal pernikahan kami. (hal. 135)
  11. Oleh karena kelakukannya (hal. 135)
  12. Zahraku, sangat mistrius. (hal. 141)
  13. Sebagian kecil dari 60& itu (hal. 153)
  14. Jamarinya basah. (hal. 204)
  15. sukses memecahkan mistri (hal. 210)
  16. menjawab mistri mimpi-mimpiku (hal. 224)
  17. masih mistri bagiku ( hal. 250) paragraf ke 4
  18. masih mistri bagiku ( hal. 250) paragraf ke 5
  19. membading-bandingkan (hal. 258)
  20. tak parnah mau membaca (hal. 321)
  21. Lamarlah Zahra laiknya lelaki sejati (hal. 328)
  22. hingga finalisasi Teatrrikal Hati (hal. 334)
Covernya memikat, ilustrasi dua burung yang saling berhadapan dan empat hati digantung dengan seutas tali... Membuat siapapun yang melihat akan menerjemahkan sesuai isi pikiran masing-masing...

Banyak kalimat-kalimat indah bertebaran di buku ini, sangat direkomendasikan untuk anda yang butuh bacaan religi tentang perempuan. Juga untuk pembaca yang suka membaca buku yang dikemas dengan kata-kata puistis, karena pembaca akan dibuat terkesima dengan deretan kata yang begitu kaya.

Intrik dan konflik dikemas sangat menarik, ending-nya yang manis menjadi akhir bahagia yang memuaskan hati. Jadi tunggu apa lagi? Ayo berburu buku yang berkualitas ini... :D


Happy reading...

Semoga buku ini bisa membuat kamu--yang membacanya, lebih memahami arti seorang wanita, ibu dan istri.

Resensi ini diikutsertakan dalam lomba resensi buku BAW dan QuantaBooks

Dan termasuk dalam 5 besar yang beruntung.
^_^
Alhamdulillah...

Yuk sama-sama liat pengumumannya disini >> http://bawindonesia.blogspot.com/2014/06/pengumuman-pemenang-lomba-resensi-baw.html


18 komentar:

  1. Wah resensinya nyaris komplit ya. Makasiih... Moga menang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...

      :)

      Makasih ya mbak, sudah berkenan mampir dan ninggalin jejak...

      :D

      Hapus
  2. Detail tail taillll banget mbak,,,, Sukses ya mba, semoga menang aamiin,,,,

    Kangeeen sama mba Fenita,,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehee...
      Samaaa...

      *peluuuk**

      Semoga masih menyisakan rasa penasaran buat pembaca yang berniat beli buku ini...

      Ini bukunya baguss loh, mbak...

      Hapus
    2. Mak fenita,,, kemarin blognya ada masalah teknik xixixix,,,s ekarang aku kembali,,,

      Hapus
    3. Pantesan...
      Untung udah baikan lagi yaaaa...
      :D :D :D

      Hapus
  3. huwaa.. typonya sebanyak itu ya? :D iya mbak emang kerjaan paling melelahkan adalah ngedit.. sdh bolak balik dibaca masih ada aja yg terlewat..
    makasih yaa.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dimengerti, mbak...

      Apalagi ini kan cetakan pertama... :D

      Makasih atas buku yang menggugah hati ini ya, mbak...

      Campur aduk perasaanku bacanya...

      Hapus
  4. Wah baca resensinya jadi tertarik baca :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siippp... (y)

      Ini kece banget ceritanya...

      mari berburu... :)

      makasih ya Mas, udah mampir...

      Tunggu kunjungan balikku... :D

      Hapus
  5. Bagusss...

    Bikin pengen baca...

    Sipppp :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sippp...
      Langsung berburu bukunya ya... :)

      Hapus
  6. Penasaran si.... nanti liat liat di gramed barangkali ada heheheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat disarankan berburu ke toko buku segeraaaaa...

      Apalagi lagi diadain lomba resensi-nya...

      Yuuuk, nanti kalo udah punya dan baca, jangan lupa bikin resensi juga...

      Kasih tahu link-nya sama aku ya... penasaran, pengen tahu pandangan orang lain tentang buku ini juga^^

      Hapus
  7. review nya bikin penasaran sama bukunya,
    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal...

      Yuk baca jugaaa... ^_^

      Makasih ya udah mampir, tunggu kunjungan balikku ya...

      Hapus
  8. aku udah lama baca ini loh fen...baru komen sekarang ya xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah mampir loh, Mbak... :)
      tunggu kunjungan balikku ya...

      Hapus

Terimakasih sudah mampir, mari tinggalkan jejak disini... ^_^

Mohon untuk berkomentar memakai ID blogger atau "Nama+URL". Jika tak punya blog, dapat mengisi URL dengan URL facebook/twitter.

Tunggu kunjungan balikku ya... :D

Perhatian!!! Komentar dengan menyertakan link aktif langsung aku hapus :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...