Jumat, 28 Februari 2014

Review: Cinta Harus Memiliki


Judul: Cinta Harus Memiliki
Penulis: Annisa Ramadona
Penyunting: Gari Rakai Sambu
Penerbit: Media Pressindo
ISBN: 978-979-911-329-0
Tebal: 164 hal.
Ukuran: 13 x 19 cm
Cetakan ke: satu (2013)

Adalah Ray, seorang perempuan yang menginjak dewasa dan baru kehilangan Fay, kakak laki-laki satu=satunya. Tak bisa berhenti menyalahkan diri sendiri dan harus menerima keputusan otoriter sang ayah, yang mengharuskan anak-anaknya menjadi penerus bisnis keluarga. Mau tak mau, setelah sang kakak tiada, Ray menjadi tumbal dari obsesi sang ayah.

Selalu ternginang perkataan sang kakak, "Bagaimanapun kerasnya aku mencoba, ternyata menjalani sesuatu yang tidak sesuai dengan hati itu rasanya amat menyiksa." (hal. 18

Saat-saat pertama kuliah di STISIPOL Chandradimuka Palembang sangat berat Ray lalui, kurang nyaman dengan suasana kampus yang jauh berbeda dengan sekolah-sekolah elit Ray selama ini. Tapi lama-lama, dunia Broadcast yang menjadi passion membuat Ray mulai menikmati, terlebih ada ketiga sahabat yang selalu mendampinginya, Sisilia, Rei dan Sam.

Sisilia dan Rei adalah sepasang kekasih dan mati-matian menjodohkan Ray dan Sam. Ray benci itu...

Sebagian orang ditakdirkan untuk memiliki apa yang dia cintai. Tapi sebagian lainnya ditakdirkan untuk mencintai apa yang ia miliki. (hal. 95)

Disaat Ray mulai merasakan getaran aneh pada Sam, tiba-tiba sosok lain datang dalam kehidupannya, Irgie. Seseorang yang pernah ia cintai di masa lalu, juga sahabat karib sang kakak.

Jika aku mencintai dengan sepenuh hati, maka seharusnya aku berjuang agar bisa meraihnya, bukan menyerah begitu saja. (hal. 155)


"Kamu tahu kenapa kita merasa memiliki cinta?"
"Karena kita memperjuangkannya."
(hal. 160)

Manakah yang akan Ray pilih?


Bagaimana pula Ray bisa merasa amat merasa bersalah atas kepergian sang kakak?


Benarkah ayah sekejam itu, tak memberi kesempatan pada anak-anaknya memilih demi masa depan mereka?

Menariknya, Novel ini bersetting di Palembang dan banyak mengambil tempat-tempat potensial di ibukota provinsi Sumatera Selatan itu. Penulisnya yang putra daerah asli Palembang benar-benar meng-eksplore kelebihan kota ini. Hanya saja banyak istilah-istilah baru dalam dunia broadcast yang tidak disertai artinya. Sedikit menyulitkan bagi yang baru pertama kali mendengar istilah itu.

Buku ini adalah debut Annisa Ramadona, sangat cocok dibaca orang-orang yang ingin mengenal kota Palembang dan sedang mencari referensi tempat-tempat yang ingin dikunjungi disana. Yang menyukai bacaan yang ringan, buku ini juga bisa jadi pilihan..


4 komentar:

  1. Ada benernya yang ini:
    Bagaimanapun kerasnya aku mencoba, ternyata menjalani sesuatu yang tidak sesuai dengan hati itu rasanya amat menyiksa

    Saya sering mengalami itu, dan sekarang udah nggak datang lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti nggak enak banget rasanya... ^_^

      Saya sendiri diusia yang sudah segini masih bingung menentukan apa sebenernya maunya saya... :(

      Hapus
  2. ijin nyimak sob, salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke, silahkan liat-liat... ^_^

      Salam kenal juga... ^_^

      Hapus

Terimakasih sudah mampir, mari tinggalkan jejak disini... ^_^

Mohon untuk berkomentar memakai ID blogger atau "Nama+URL". Jika tak punya blog, dapat mengisi URL dengan URL facebook/twitter.

Tunggu kunjungan balikku ya... :D

Perhatian!!! Komentar dengan menyertakan link aktif langsung aku hapus :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...