Sabtu, 19 April 2014

(Me) Mories, Ending Tak Terduga

Judul: (Me)mories
Penulis: Nay Sharaya
Penerbit: Grasindo
ISBN-10: 6022513294
ISBN-13: 978-6022513292
Tebal: 288 halaman
Cetakan ke: satu (2014)

Mories tak punya teman, karena pernah dikhianati 'teman' yang ternyata tidak tulus berteman dengannya. Bahkan ketika Tiyanna datang menawarkan 'persahabatan', Mories menolak. Namun waktu membuat mereka semakin dekat.

"Kadang-kadang kita pengen membantu seseorang yang menurut kita butuh bantuan. Kadang kita pengen berada di samping seseorang dan melindungi dia sebisa kita. Tapi ternyata nggak semua orang ngerti isi hati kita." (hal. 191)

Gamang diantara dua cowok, Alan yang bak malaikat penolong. Atau Chandra, senior yang tak pernah ramah. Membuat Mories semakin bingung karena ternyata Tiyanna menyukai orang yang sama dengan yang akhirnya dipilih oleh hati Mories.

Warna covernya soft, dengan ilustrasi siluet tubuh princess yang bergaun panjang. Seperti inilah gambaran Mories, seorang Princess pemilik ekspresi datar, sombong dan tak kenal rasa takut, tapi bisa menjadi sangat jahat dan tak mampu mengontrol emosi. Sosok Princess yang dikelilingi orang-orang yang ingin melindunginya.

"Membuat kamu aman adalah kegemaranku yang baru. Jadi, siap-siap saja aku lindungi, oke." (Hal. 104)

Nay Sharaya menggambarkan sang tokoh utama dengan sangat manusiawi. Tokoh utama yang tak sempurna, punya sisi jahat dalam dirinya. Tidak seperti biasanya, pembaca akan dibuat simpati pada sifat jahat yang dimiliki Mories.

Pernah suatu saat aku mencoba membayangkan masa depanku. Kau tahu? Membayangkan masa depanku tanpa ada kau didalamnya, rasanya sangat aneh. (Hal. 278)

Hanya saja, alur ceritanya terkesan tergesa-gesa, misalnya dibagian Refan yang tiba-tiba muncul meberitahukan keadaan Mories yang sebenarnya. Banyak sekali tokoh tempelan yang datang dan pergi begitu saja, ini sedikit membuat bingung. Juga menemukan beberapa typo:
  1. saat terkahir kali (hal. 51)
  2. Ia mambuang pandangan (hal. 76)
  3. siapa yang orang ada (hal. 101)
  4. atau malu-mauin (hal. 126)
  5. seseorang yang yang menjadi (hal. 126) 
Tapi keseluruhan, novel ini recommended banget. Mesti dibaca para remaja yang tengah mencari arti persahabatan dan cinta sesungguhnya.
Resensi ini dimuat di koran lokal 'OKU EKSPRESS'. Edisi Rabu, 16 April 2014 (hal. 7)



2 komentar:

  1. waw keren, masuk koran... :)
    Saya seumur2 belum pernah nyoba ngirim tulisan ke koran :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga koran lokal, Mas...
      Kolom remaja, pas banget novelnya juga romance... ^_^

      Hapus

Terimakasih sudah mampir, mari tinggalkan jejak disini... ^_^

Mohon untuk berkomentar memakai ID blogger atau "Nama+URL". Jika tak punya blog, dapat mengisi URL dengan URL facebook/twitter.

Tunggu kunjungan balikku ya... :D

Perhatian!!! Komentar dengan menyertakan link aktif langsung aku hapus :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...