Kamis, 17 Juli 2014

Dongeng Gadis Tudung Merah #1


Judul: Dongeng Gadis Tudung Merah #1 
Penulis: Boneka Lilin et Boliners 
Penerbit: Penerbit Harfeey 
ISBN: 978-602-1200-18-6 
Ukuran: 14,8 x 21 cm 
Tebal: 180 hlm. 
Cetakan ke: satu (Desember, 2013) 

Buku ini lahir dari kontes menulis yang diadakan Boneka Lilin dan Penerbit Harfeey dengan tema Dongeng Gadis Tudung Merah. Dari kontes menulis ini, terciptalah dua buku antologi cerpen dan salah satunya Dongeng Gadis Tudung Merah #1, dan disini ada salah satu cerpen karya saya. *ehem…*

Jadi, antologi cerpen seperti apakah ini?

Semua cerpen dalam buku ini terinspirasi dari Dongeng Gadis Tudung Merah dan disesuaikan dengan cerita yang remaja. Ada yang nyaris sama, ada juga yang sedikit berbeda—namun tetap sama—:)

Dan ceritanya saling melengkapi, ada sedih, komedi, romance bahkan fantasi. Seperti cerpen pembuka karya Boneka Lilin yang berjudul “Gak Ada Pembalasan untuk Pembalasan” yang penuh emosi, refleksi fenomena bullying yang marak terjadi.

Selain adanya kesalahan penulisan, tetapi buku ini memuat dua karya jawara. Karena setiap kontes menulis yang diadakan oleh Penerbit Harfeey, selain membukukan naskah-naskah terpilih, juga menentukan 3 karya terbaik yang mendapatkan reward paket buku.

Jawara Pertama adalah cerpen berjudul “Kutukan Catatan Merah” karya Maya Firdausi, sebuah cerita horor Fantasi yang sangat menarik.

Jawara kedua—alhamdulillah—adalah karya saya, ini debut pertama karya yang dibukukan, walaupun penerbit indie, tapi sangat bersyukur telah diberi kesempatan. Di halaman 26, sebuah cerpen berjudul: “Akulah Serigala, Gadis Berpita Merah”, yang menceritakan tentang kecemburuan seorang ‘aku’ pada adik tirinya, hingga seseorang menyabotase make up-nya dan membikin wajahnya buruk rupa.
ini dia penampakan paket buku hadiah milikku
Sedangkan untuk cerpen Jawara ketiga, bisa ditemui di buku yang lainnya, Dongeng Gadis Tudung Merah #2, yaitu sebuah cerpen berjudul “Sebuah Jalan Kenangan” karya Sekar Asmaradana.
 Cover Buku Dongeng Gadis Tudung Merah #2
Dan tentu saja, setiap cerita dalam buku ini jangan sampai dilewatkan, karena memiliki ciri khasnya masing-masing. Bagi pembaca yang menyukai jalan cerita yang santai, buku ini bisa menjadi pilihan.

2 komentar:

  1. Wuih, udah ada antologi ya mbak?

    Kereeen ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru satu ini aja dek, belom nambah. Doakan bisa nambah ya karyaku yang dibukukan :)

      Makasih udah mampir :)

      Hapus

Terimakasih sudah mampir, mari tinggalkan jejak disini... ^_^

Mohon untuk berkomentar memakai ID blogger atau "Nama+URL". Jika tak punya blog, dapat mengisi URL dengan URL facebook/twitter.

Tunggu kunjungan balikku ya... :D

Perhatian!!! Komentar dengan menyertakan link aktif langsung aku hapus :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...