Kamis, 29 Januari 2015

Ketuk Tiga Kali dan Wush! Keajaiban Terjadi

 
Judul Buku: Knock Three Times
Penulis: Marion ST Jhon Webb
Penerbit: Penerbit Atria
ISBN: 978-979-1411-99-8
Cetakan ke: Pertama, Mei 2010
Penerjemah: Muthia Dharma
Penyunting: Jia Effendie
Penyelaras: Ida Wajdi
Pewajah Isi: Siti

Siapa yang menyangka jika bantalan jarum akan mengubah hidup Molly dan Jack, anak kembar yang berusia sembilan tahun. Hadiah ulang tahun yang tidak diinginkan oleh Molly itu, ternyata membawanya dan Jack ke dunia yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Bantalan jarum itu mengirim mereka pada petualangan seru dan menegangkan, juga memberikan arti sebuah kepercayaan yang berharga.

Bantalan jarum berwarna abu-abu milik Molly, secara ajaib berubah bentuk menjadi sebuah labu yang besar dan secara tidak sadar membuat Molly dan Jack mengikutinya menuju dunia yang lain dimana sang Labu ternyata sangat ditakuti.

Petualangan itu membuat Molly dan Jack bertemu orang-orang baru, bertemu Glan yang sangat optimis, yang dari bibirnya selalu keluar kata-kata semangat yang mampu menghipnotis siapapun, selain ayahnya.

“apa yang salah harus diperbaiki. Tidak ada gunanya menangisi nasi yang sudah jadi bubur.” (hlm. 32) 

“Tetaplah berani. Ingat, jangan terlalu mencemaskan segala sesuatunya, dan—ssst—kita akan menang!” (hlm. 34) 

“Tidurlah yang nyenyak, tugas besar menanti kalian. Tetapi jangan takut, maka semuanya akan baik-baik saja,” (hlm. 71) 

“Apa gunanya, menyesali kejadian yang sudah lewat dan tidak bisa diubah! Cuma masa depan yang bisa kita ubah, dan kesanalah kita harus berpikir, dan memperbaiki yang terjadi di masa lalu.” (hlm. 79) 

Ayah Glan adalah kebalikan anaknya, hidupnya sangat pesimis dan tidak bahagia. Juga ada nenek Nancy yang hangat dan banyak lagi. Satu hal baik yang disampaikan buku ini adalah tentang ‘kepercayaan’.

“jangan memercayai siapapun sampai kalian yakin.” (hlm. 50-51) 

Perjalanan terasa semakin berat, terutama disaat Jack meninggalkan Molly dan semakin sulit untuk percaya pada siapapun. “Satu hal yang dia rasakan, dia tidak boleh mempercayai apa pun atau siapa pun—terkecuali tentu saja, kalau seseorang memberi tahunya siapa yang harus dia percaya. Sejauh ini semua temannya yang saling mengenal terbukti baik dan jujur.” (hlm. 198) 

Bersiap-siaplah menyambut imajinasimu sejak pertama membuka buku ini. Akhir yang bahagia akan menyunggingkan senyum dan memberikan kepuasan pada siapapun yang membaca. Cocok sekali buku ini dibaca saat suasana hati sedang buruk, karena satu sisi ceritanya tentang sebuah harapan dan tekad yang mestinya dimiliki setiap orang dalam meraih sebuah tujuan.

“Kita semua harus mengambil kesempatan. (hlm. 110)

7 komentar:

  1. Kayaknya seru nih bukunya, mbak. :)

    BalasHapus
  2. Ini buku harganya berapa mbak? jadi pengen beli hihi :D udah ada yah di gramed

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah, ini buku baru :)

      Happy reading ya, makasih udah mampir :)

      Hapus
  3. Kisah yang menarik sekali ni, saya nantikan selanjutnya, kentang ni mbak heehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa itu kentang?

      Hihi :D

      Iya, saya juga mau baca buku ini, doakan menang ya.
      Nanti pasti di resensi disini deh.

      Makasih udah mampir lagi. ^_^

      Hapus
  4. Tepuk 3 kali...
    Jd mau nih ditepuk2.ups
    Ketuk ya,bukan tepuk.

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir, mari tinggalkan jejak disini... ^_^

Mohon untuk berkomentar memakai ID blogger atau "Nama+URL". Jika tak punya blog, dapat mengisi URL dengan URL facebook/twitter.

Tunggu kunjungan balikku ya... :D

Perhatian!!! Komentar dengan menyertakan link aktif langsung aku hapus :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...