Sabtu, 21 Maret 2015

Panduan Lulus Ujian Profesi Advokat


Judul Buku: Panduan Lulus Ujian Profesi Advokat
Penulis: Tim Visi Yustisia
Penerbit: Visimedia
ISBN: 979-065-231-3
Cetakan ke: 1, cetakan pertama, 2014
Ukuran: 190 x 260 mm
Tebal: vi + 330 hlm
Genre: Huku

Tim Visi Yustisia adalah tim yang menyusun buku hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia sebagai tutorial praktis yang bisa diaplikasikan oleh pembaca. Tim ini terdiri dari beberapa orang sarjana dan praktisi hukum. Untuk buku ini, tim ini terdiri dari dua orang.

Suryanto Siyo, S.H., lahir di Binjai, Sumatera Utara, 15 Agustus 1982. Menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Hukum tahun 2011 di Universitas Pancasila, Jakarta dan kini tengah menyelesaikan Program Magister Ilmu Hukum di Universitas Pancasila. Saat ini, ia bergabung sebagai salah satu tim pengajar mata kuliah Ilmu Perundang-undangan di Universitas Pancasila sejak tahun 2013 dan aktif sebagai advokat.

Rizza Zia Agusty, S.H., lahir 11 Agustus 1989. Merupakan salah satu tim pengajar mata kuliah Hukum Administrasi Negara dan Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara di Fakultas Hukum Uniersitas Pancasila sejak tahun 2013 yang kini tengah menyelesaikan program Magister Ilmu Hukum. Sebelum menjadi salah satu tim pengajar di FHUP, Rizza aktif di Assosiasi Advokat Indonesia di Bidang Pemberdayaan Perempuan dan segudang prestasi lainnya yang patut dikagumi (lebih lengkap ada di halaman terakhir buku).


Sebagai salah satu warga negara yang buta hukum, membaca buku ini mata saya sedikit terbuka. Banyak sekali informasi yang berharga bisa dijadikan bekal di masa depan jikalau bersentuhan dengan hukum. Selama ini yang saya tahu, Advokat itu adalah melulu pengacara yang seringkali muncul di layar kaca di acara infotainment. Inilah pemahaman saya –atau mungkin juga orang lain—yang salah tentang profesi seorang Advokat.

Advokat adalah orang yang berpraktik memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang yang berlaku, baik sebagai Adokat, Pengacara, Penasihat Hukum, Pengacara praktik ataupun sebaga konsultan hukum. (hlm. 300, bagian Kode Etik Advokat Indonesia Bab1 Pasal 1)

Nah, jika ada—lagi—yang berpikiran sama dengan saya kalau advokat itu hanya mengurusi seputar masalah perceraian dan perselisihan—seperti yang sering dialami para selebritas di acara infotainment—ternyata juga merupakan kekeliruan.

Karena pada dasarnya hukum begitu luas. Itu sebabnya ada pembidangan hukum dan setiap bidang hukum masih dapat dikhususkan. Bidang-bidang hukum tertentu yag dapat digeluti oleh seorang advokat pada umumnya adalah sebagai berikut:
  • Hukum perusahaan;
  • Hukum pasar modal;
  • Hukum hak kekayaan intelektual;
  • Hukum syariah;
  • Hukum perpajakan;
  • Hukum ketenagakerjaan;
  • Hukum kepailitan dan kurator;
  • Hukum persaingan usaha;
  • Hukum pidana khusus;
  • Juru damai; dan lain-lain.
Sebagai profesi yang officium nobile, yaitu profesi yang mulia dan terhormat, menjadi seorang advokat pun tidaklah mudah, perlu kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh. Seseorang yang hendak menjadi advokat harus berijazah sarjana dengan latar belakang pendidikan tinggi hukum. Setelah lulus perguruan tinggi hukum, calon advokat juga harus mengikuti dua kegiatan yang diadakan atau diselenggarakan oleh organisasi advokat, yaitu pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) dan ujian profesi advokat. (UPA).

Seserang yang hendak mengikuti UPA, harus baca buku ini. Buku ini akan banyak membantu untuk bisa menjawab soal-soal ujian dengan lebih baik dan terarah. Berikut 8 keunggulan buku Panduan Lulus Ujian Profesi Advokat:
  • Dilengkapi tahapan yang harus ditempuh untuk mejadi seorang advokat; 
  • Dilengkapi kiat sukses ujian profesi advokat; 
  • Dilengkapi panduan ujian profesi advokat; 
  • Dilengkapi perhitungan nilai kelulusan ujian profesi advokat; 
  • Dilengkapi latiha soal-soal terpilih; 
  • Dilengkapi simulasi soal ujian profesi advokat; 
  • Dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan simulasi soal ujian profesi advokat; 
  • Dilengkapi kode etik edvokat Indonesia, UU advokat, dan peraturan perundang-undangan PERADI. 
Buku ini sangat drekomendasikan bagi para calon advokat, mahasiswa jurusan hukum, ataupun siapa saja yang ingn menambah ilmu dan hendak mencari tahu lebih banyak tentang proses ujian profesi hukum.

1 komentar:

  1. terima kasih sudah membagi pengalaman setelah membaca buku ini.
    saya sangat senang sekali bila ini bisa bermanfaat amiiiinn

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir, mari tinggalkan jejak disini... ^_^

Mohon untuk berkomentar memakai ID blogger atau "Nama+URL". Jika tak punya blog, dapat mengisi URL dengan URL facebook/twitter.

Tunggu kunjungan balikku ya... :D

Perhatian!!! Komentar dengan menyertakan link aktif langsung aku hapus :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...